Kamis, 29 September 2022

NWDI : Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru

بسم الله الر حمن الر حيم

BISMILLAHI WABIHAMDIHI

Amma ba'du:

Inilah wasiat renungan masa / atau pengalaman baru di samping yang lama-terutama sekali terdepan pada tahun 1399 H-1979 M- 1981 M, lebih-lebih setelah Almaghfurlah Faqidul Islam Maulana Wasyaikhuna Al-Allamah Al-Arifubillah abulbarakat wannafahaat syaidi Asyekh Hasan Muhammad Al-Masysyath berpulang kerahmatillah Ta'ala, pada hari Rabu 7 Syawal 1399 H, taghammadahullahu birahmatihi alwaasi'ah, waja'alana wajami'al-muhibbin khaira khalafin likhairi safin, bimannihi wakaramihi Ta'ala. Amin bil Amin.

K.H.M. Zainuddin Abdul Madjid ketika mengabadikan pesannya terhadap seluruh keluarga dan murid-muridnya, untuk terus memperjuangkan Nahdlatul Wathan.

Anak-anakku / murid-muridku yang setia dan berjiwa murni. Semulia-muliamu padaku ialah yang paling banyak memberikan manfaat kepada Nahdlatul Wathan.

Sejahat-jahatmu padaku ialah yang peling banyak merusak perjuangan Nahdlatul Wathan.

Justeru itu serbalah..!, bersatulah..!, berjuanglah..!, berjuanglah menurut khittah perjuangan Agama, Bangsa dan Negara.

Kerahkanlah jiwa dan ragamu selaku perjuang Agama Allah yang ikhlas zohir dan bathin dengan selalu memohon pertolongan dan perlindungan-Nya.

Semoga Allah Subhanahu wata'ala selalu membukakan pintu kebaikan kepada kita dan seluruh pencinta-Nya serta keredho'an Dunia dan Akhirat.

Diucapkan pada tanggal, 23-09-76 H / 23-03-57 M

Jauh sebelum adanya penyelewengan Abiturent NWDI dan NBDI.

WASIAT RENUNGAN MASA / PENGALAMAN BARU INI DIALAMATKAN:

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Kepada yang tercinta :

1. Anakku semua Abiturent / pelajar Madrasah. Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan Nahdlatuh Banat Diniyah Islamiyah (NBDI).

2. Saudaraku Keluarga Besar Nahdlatul Wathan ( NW ) yang setiawan.

Dengan segala ketulusan hati ayahanda sampaikan WASIAT RENUNGAN MASA / PENGALAMAN BARU ini, untuk diamalkan/dilaksanakan sebagaimana mestinya. Wasiat (nasehat) ini adalah cetusan jiwa pengalaman hidup ayahanda selama ini, dari masa ke masa.

Atas keikhlasan/kesetiaan anakku/Saudaraku yang budiman, sebelumnya ayahanda sampaikan terima kasih.

"WAMMAN YUSYAIBIH ABAHU FAMA DZOLAM"

Wassalam Ayahanda Al-Muhib

( K.H.M. Zainuddin Abdul Majid )

Pancor Bermi,

9 Dzulhijjah 1401 H

7 Oktober 1981 M

بسم الله الر حمن الر حيم

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

1. Karna setia menjunjung perintah

Menghidupkan Qur'an menghidupkan Sunah

Banyak terhulur butiran hikmah

Falhamdulillahi wasysyukrulah

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

2. Setelah berazam ke"rumah sendiri"

Rumah Haqiqi bukan majazi

Banyak bantuan Ilahi Robbi

Ke Khadam Selaparang Renjani

3. DATU bersama ayahandanya

Limpahkan takluk dan Kumbakarna

Sapu jagat dan sebagainya

Bukti Renjani dan Gajah Mada

4. Guci sengenger berlambang rapi

Naga dan ayam sapi kelinci

Hikmah Belongas sangat berarti

Tunjukan tanda kebesaran Ilahi

5. Kelinci lari kebawah beringin

Ditertawai kancil sepenuh angin

Ayam berkokok naga dipimpin

Sampai membantu hidup dijamin

6. Mustika insane hikmahnya tinggi

Dan alat tabligh lampu dan guci

Qarurah hikmah memproduksi

Obat mujarab hikmah Ilahi

7. Pusaka Rabi'ah bernama "BAYU"

Dipusakakan pada yang maju

Aktif berjuang siap selalu

Tahan-uji seribu Satu

8. Pusaka pejanggik mudah tibanya

Tidak disangka sultan wasiatnya

Ghaib Al-Jazir bertanda-mata

Dan Kali Musa pun member tanda

9. Sayid Abdullah shahib ayahda

Diperang Bali Congah-Praya

Limpahkan pula batu berguna

Sambil member nasehat cinta

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

10. DEWI mengirim sebuah kelapa

Tinggi pohonya limaribu depa(meter)

Batu keliling tugasnya menjaga

Pulau Lombok selama-lamanya

11. Dapat dipinjem sehari semalam

Setelah itu kembali menyelam

Berkeliling terus siang dan malam

Semoga berkat tetap tergengam

12. Pohon kelapa dialam hikmah

Tidak berada dikebun dan sawah

Dipetik oleh petugas hadlrah

Sayid Khalidi pemberi isyarah

13. Sangat ajaibnya pengambilan batu

Ia berpindah kesana kesini

Ngembalikanya secara tertentu

Diterima diatas perahu

14. Disasak ini banyaklah masih

Pusaka lama ditempat tersisih

Lobar Loteng di tempat terpilih

Di Loteng penuh dijaga Patih

15. Hamba yang khusus serting bertemu

Di tempat memang sudah tertentu

Karna mereka mendapat restu

Dengan mudahnya membuka pintu

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

16. Maulana Malik banyak berjasa

Memberi bantuah hiburan naya

Terima kasih berjuta-juta

Wasysyukrulahu Abadan abada

17. Makhluk jinak aktif beraksi

Ke Kalimantan dan Sulawesi

Ke NTT Sumatra dan Bali

Bahkan Kesabang sampai Maroke

18. Malahan sampai keluar negeri

Seperti Makkah Mesir Magrabi

Amerika Rusia Jepang Itali

Dengan hikmah Ilahi Robbi

19. Pandai memakai seluruh bahasa

Yang nyata berlaku dalam dunia

Ia tak perlu berhadapan muka

Cukup hanya kearah mereka

20. Sering memakai seribu satu

Wajahnya terang di sana di situ

Mengajak ummat kejalan yang satu

Hikmah Ilahi Pelimpah restu

21. Sunan Mulia limpahkan hadyah

Setelah terbuka pintunya Ka'bah

'Anbar nyawa harumnya megah

Batu himpitan menambah hikmah

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

22. Setelah 'Anbar ninggalkan Semeru

Gunung bergoncang saat itu

Akhirnya keluar lahar melulu

Hampir tergangu Cemara Sewu

23. Memang hebat upacaranya

Jarang terjadi sepanjang masa

Bila Allah yang maha kuasa

Hendaki suatu pastilahnyata

24. Pulau Meringki mencatat sejarah

Mencukupi himpitan Hajarul Ka'bah

Digersik hanya di beri setengah

Memang Tuhanlah mengatur hikmah

25. Wali Songo Malik Ibrahim

Sentral da'wahnya pernah bermukim

Berapa waktu di Pengkores intim

Suku Sasak islamnya s a l i m

26. Disana sini berangsur-angsur

Di Lombok Tengah dan Lombok Timur

Rasyid di Barat sampai terkubur

Pada akhirnya NW mengatur

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

27. Kalo nanda memang beryakin

Tak sampai hati ninggalkan Zainuddin

Maulana Hasan do'akan t a m k i n

Dalam kitabnya "Al-Mustarsyidin"

28. Malahan Maulana banya bersurat

Disamping tersurat banyak tersiarat

Mutiara Hikmah penuh isyarat

Lahir batinya membawa rahmat

29. Rasyid berkata di satu malam

Lombok serambi Masjidil-Haram

Sejak dibangun bernapas Islam

Oleh putra Sultanul Iman

30. Bahwa di Lombok sebelum ini

Paham animis anutan asli

Sewaktu-waktu didatangi da'I

Akhirnya lahir Sultan Renjani

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

31. Mahluk yang putih ratusan nyat

Dipimpin oleh yang paling tua

Di Kendaru Gerung Rasyid ngaturnya

"Kabir Akbar penjelmaan Aqsha"

32. Sungguh ajaib bukan kepalang

Berabat-abat tak hancur hilang

Dibawah hikmah yang gilang gemilang

Pilihan Allah di Selaparang

33. Banyak sekali pandai membaca

Tapi tak pandai mengkaji yang nyata

Kitap yang gundul dibaca nyata

Di kitab yang berbaris hatinya buta

34. Pulau Sasak kecil sekali

Tapi gunungnya besar dan tinggi

Kalo orang pandai mengkaji

Pastilah sujud seribu kali

35. Kabir Akbar Arabi Mina"

Khadami Rasyid nyebarkan agama

Mamiq Milasih nama samaranya

Supaya Sasak cepat nerima

36. Memang hebatlah Mamiq

Milasih Jareak jauhpun dapat melihat

Dapat menolong dapat meraih

Asalkan niat suci dan bersih

37. Sungguh besarlah bantuan Patih

Turut berjuang siap melatih

Semoga Allah Yang Maha Pengasih

Limpahkan asuh asah dan asih

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

38. Di Liang petang di Moyohulu

Tujuh muballigh bermakam disitu

Penyebar Islam zaman dahulu

Awal terbuka daerah Dompu

39. Yaitu: Ali Fatah Badawi

Dan Harun Zain Abubakar Husni

Dan Firdaus 'Imran Aalu Syahabi

Amir Hajjaj Muhammad Ali Akbari

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

40. Telpon sentral dialam bebas

Sambung menyambung tidak terbatas

Ke kanan kiri bawah atas

Sampaikan berita kontan dan puas

41. Telpon hikmah dan berguna

Mendapat kabar pada waktunya

Dan tidak perlu ada kabelnya

Cukup ditempel pada temboknya

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

42. Penembang jasmani Sang Selaparang

Bikinya aneh bukan kepalang

Cerminya bangkitnya semua orang

Dari lahadnya untuk ditimbang

43. Subahanallah Yang Maha Agung

Pencipta alam yang tak terhitung

Ajib dan gharib sambung menyambung

Akal dan iman tidaklah bingung

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

44. Negara kita berpancasila

Berketuhanan Yang Maha Esa

Ummat Islam paling setia

Tegakan sila yang paling utama

45. Yang Maha Esa adalah Satu

Mustahil bilang mustahil berpadu

Dengan dalil Qur'an yang satu

Surat Al-Ikhlash tempatnya jitu

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

46. Bantuan Tuhan Yang Maha Esa

Di waktu HULTAH sangat terasa

Ratusan ribu berlipat ganda

Banjir Pancor setiap masa

47. Syetan iblis terpukul mundur

Usaha mereka terbakar hancur

Dengan bantuan Alhayyu Syakur

Dibimbing oleh pemimpin jitu

48. Dan dengan keramat Mulana Al-Hasan

Pembimbing utama Nahdlatul Wathan

Sepanjang masa Maulana do'akan

Agar selamat sepanjang zaman

49. Ternyata makbul do'a

Maulana Setiap saat dapat dirasa

Sehingga kita merasa lega

Meskipun masih belum sempurna

50. Marilah ika bersama do'akan

Pembimbing kitau Maulana Al-Hasan

Semoga hidup jiwa kalian

Mendayung bahtera Nahdlatul Wathan

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

51. Ummat muhtadin selalu ziarah

Di NWDI induk madrasah

Secara zahiriah dan ruhaniyah

Membawa berkat dan sinar Ka'bah

52. Berbondong-bondong berfirqah-firqah

Setiap waktu setiap saat

Banjir Pancor menuju madrasah

Seakan menuju ke Kota Ka'bah

53. Pembela dunia serempak mengepung

Terus menerus tidak terhitung

Segala cara bergunung-gunung

Akhirnya mereka termenung bingung

54. Pembela akhirnya tampil kedepan

Membuka jalan Nahdlatul Wathan

Ikut berjuang dalam barisan

Keredaan Tuhan pokok tujuan

55. Nahdlatul Wathan berjalan terus

Siang dan malam tidak terputus

Meskipun dahsyat gelombang arus

Dalam lindungan Ilahi Al-Qudus

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

56. Banyaklah orang tersesat jalan

Mengaku diri Nahdlatul Wathan

Padahal ida diluar barisan

Tidak menurut garis pimpinan

57. Memang begini caranya syetan

Mendekte insani membuang imana

Tak perdulikan ajaran Tuahan

Asalkan dapat kursi dan umpan

58. Bahwa PB adalah satu

Bukanya dua bukanya tiga

Atas pimpinan PB yang satu

Dewan Mustasyar pemberi restu

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

59. Di akhir zaman banyak berbohong

Setiap detik beromong kosong

Tutur katanya kosong melompong

Karna inginya jadi "PEMBORONG"

60. Terkadang ingin merebut dunia

Jadi kepala jadi pemuka

Jadi kemudi jadi utama

Hingga menendag perinsip agama

61. Memang banyaklah si model begitu

Selalu ada setiap waktu

Di saat mengejar pulus dan bangku

Karna imannya emang disitu

62. Ucapan raksasa di zaman dahulu

"Mambun wong anak manusia bejulu"

Raksasa modern tarik selalu

"Mambun uang dan kursi perlu"

63. Auliya'ullah berkata selalu

Zaman sekarang maupun dahulu

"Iman dan taqwa hidupkan olehmu

Kemungkinan baru mencari bekal"

64. Karna insani di jadikan Tuhan

Mengabdikan diri sepanjang zaman

Bukan pokonya makan dan makan

Tapi pokonya bersihkan iman

65. Janganlah heran janganlah bingung

Jangan terkejut jangan termenung

Segala nasib sudah tergulung

Dalam "IRADAT" Yang Maha Agung

66. Marilah kita syukur seribu

Setiap detik setiap waktu

Karna kita tidak begitu

Semoga Allah tetap merestu

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

67. Kita berada diabat final

Di abad "YAHIN" sudah terkenal

Iman dan taqwa jangan dijual

Jangan digadai pada "Sang Dajjal"

68. Hidupkan iman hidupkan taqwa

Agar hiduplah semua jiwa

Cinta teguh pada agama ...

Cinta kokoh pada Negara

69. Sangat durhaka seorang hamba

Menjual iman melelang taqwa

Membuang diri dan ibu bapak

Mengejar bayangan kursi dunia

70. Berikan andilmu kepad Islam

Di abat bangkitnya seluruh umam

Iman taqwa jadikan I m a m

Menghadap Ka'bah Masjidil Haram

71. Di surat Taubat Robbul 'Alamin

Memangil semua kaum Mu'min

Supaya bener jadi muttaqin

"Harus bersatu dengan Shadiqin"!!!

72. Maha benar Allah pada firmana-Nya

Pada garis-Nya kepada hamba-Nya

Harus dijunjung oleh semua

Agar selamat selama-lamanya

73. Ingatlah kita akana kembali

Menghadap Tuhan Robbul "Izzati

Nyampaikan laporan amalan sendiri

Seluruh mahluk menjadi sakasi

74. Para Auliya' memanjatkan do'a

Membantu mereka hidup jiwa

Membela iman membela taqwa

Tidak tertawan harta dan tahta

75. "Malik Rasyid Saggaf dan Burhan

Kutbi Ibrahim Maulana Al-Hasan

Kali Musa dan Abdullah Sulthan

Al-Jazir ma'a jumaltil ikhwan"

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

76. Junjungan alam telah bersabda:

"Sungguh celaka si budak harta"

Umat islam di mana berada

Asalnya satu dan bersaudara

77. Wajib kompak membela agama

Agama Allah Yang Maha Esa

Yang paling mulia yang paling taqwa

Yang paling tegak membela agama

78. Agama bukan sekedar ibadah

Puasa sembahyang di atas sejadah

Tapi agama mencakup akidah

Mencakup syari'ah mencakup hukumah

79. Agama ini syari'at Tuhan

Diamanatkan ke banil-insan

Untuk dijunjung sepanjang zaman

Agar terhindar godaan syetan

80. Syetan mengoda terus-menerus

Siang dan malam tidak terputus

Agar insani terputus

Dari Tuhanya Yang maha Quddus

81. Iman Islam Ihsan bertiga

Harus dibela bersama-sama

Selama roh dikandung rangka

Karna ialah rukun agama

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

82. Orang sekarang gila menyebut

Rijalulghaib harus diturut

Walau penyebar Harul wa Marud ?!?

Wahai inilah I'tiqad bangkrut !!!

83. Qur'an hadits landasan kita

Bukan petunjuk bake' belata !!!

Ataupun ceceta ramalan belaka !!!

I'tiqad suci harus dijaga !!!

84. Rijalulghaib utusan Quddus

Hanya menyuruh berbuat bagus

Atau membisik secara halus

Agar insani selalu tulus

85. Rijalul Ghaib tidak mengajar

Supaya orang berkurang-ajar

Yang suka menyuruh kerjakan mungkar

Rijalul 'aib Dajjalul-mungkar

86. Rijalul 'aib syaitan terla'nat

Membisikan orang agar khianat

Rijalul Ghaib membawa rahmat

Agar insani patuh dan ta'at

87. Harus bedakan ghaib dan 'aib

Pemimpin 'ibadat Rijalulgaib

Pengajak ma'siat Rijalul 'aib

Tepat namanya Dajjalul 'aib

88. Janganlah nanda sampai keliru

Antara bumi dan langit biru

Kalau seorang gilanya terlalu

Harus wa Maruut imanya sealalu

89. Wahai ananda hidupkan taqwa

Matikan syaitan matikan hawa

Karna taqwa pembuka syurga

Syaitan dan hawa pintu neraka

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

90. Wahai anaku janganlah lilus

Cahaya imanmu nyalakan terus

Jangan padamkan lantaran fulus

Berkat hilang hubungan putus

91. Coba ingatlah riwayat a'immah

Diberi fulus dijanji wazhifah

Mereka menolak demi aqidah

Seujung rambut tidak menyerah

92. Banyaklah orang takut ziarah

Pada gurunya di kala musibah

Takutkan piring cangkirnya pecah

Atau digeser atau dimarah

93. Atau diliahat atau dicatat

Atau diganggu turunkan pangkat

Karna atasan terlalu ketat

Selalu mengancam dengan memecaut

94. Famasyaa Allah wa innaa lillaah

Seakan Fir'aun kembali bertingkah

Fir'aun modern beraksi megah

Mengancam orang berbuat ibadah

95. Malahan ada yang takut HULTAH

Tidak berani tampakan wajah

Terkadang dating tapi gelisah

Padahal dia ustadz-ustazah

96. Ya subhanallah ajaib dan heran

Seakan mereka terputus iman

Karna lupanya kepada Tuhan

Yang telah menjamin di dalam Qur'an

97. Kalau diserahkan kepada mereka

Memimpin agama atau memimpin Negara

Maka kiamatlah agama kita

Sebelum kiamat nusa dan bangsa

98. Wahai anaku yang telah mengaji

Jaga teguhlah jiwa santri

(Siddiq amanah ikhlas berani

Berjuang terus lewati Renjani)

99. Kalau anakda berjiwa Renjani

Pastilah tegak sepanjang hari

Tidak berubah tidak ampibi

Walaupun dijanji ranjang dan kursi

100. Di Selaparang syukurlah ada

Orang yang tegak tampakan dada

Membela agama membela Negara

Tidak tertawar rayuan harta

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

101. Bani Isra'il sebab jatunya

Hasad takabbur sogokan dan riba

Tadinya mereka paling utama

Akhirnya maghdlud mal'un abada

102. Orang uang turut jejak mereka

Jadi durhaka terkadang gila

Dhahir bathinya siksa menyiksa

Di akherat kelak umpan neraka

103. Banyaklah orang menyerang guru

Memperalat atasan seribu satu

Aktif menyerang aktif memburu

Dhahir batinya penuh cemburu

104. Terkadang menjual jiwa raganya

Menjual taqwa menjual imannya

Itu terjadi kara gilanya

Di tawan syaitan dan hawanafsunya

105. Terkadang ada juga berkata

Kami berbuat sebab terpaksa

Ekonomi kami sepi dan tak ada

Keroncongan perut fikiran buta

106 .Terkadang ada juga mengaku

Bahwa mereka digadai di situ

Itulah sebabnya mereka itu

Menjadi budak menjadi penyapu

107. Saying sekali hidupnya semua

Jar-majrurnya dunia belaka

Mereka lupa Ayat "RIZQUHA"

Dan lupa pula Ayat "MAKHROJA"

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

108. Adam dan Hawa dilarang Allah

Mendekati pohon yakni "ASYSYAJARAH"

"LAA TAQRABAA", larangan Allah

Setelah dilanggar jatuh kebawah

109. MAN TAABA TAABALLAHU 'ALAIHI

Orang yang taubat dikasihani

Limpahkan rahmat magfirah abadi

Oleh Tuhan Robbul 'zzati

110. Ayuhai nanda perbaiki iman

Luruskan I'tiqad kepada Tuhan

Jangan nanda tersesat jalan

Ninggalkan Sunnah membuang Qur'an

111. Banyaklah orang idenya piring

Siang dan malam berputar keliling

Hanya membela kursi dan piring

Tidak membela Pemberi Piring

112. Pecah piring tidaklah soal

Karna piring banyak dijual

Asalkan hidup iman dan akal

Tuhan menjamin rizqi yang halal

113. Dalang politik bermain curang

Ke kiri kekanan aktif menendang

Sehingga tak segan membayar hutang

Dengan NW nya pada orang

114. Bila nanda memang berhutang...

Janganlah NW harus dilelang

NW bukan milik seorang

Tak boleh dipakai membayar hutang

115. NW alat penegak iman

Penegak taqwa ajaran Tuhan

Bukan alat mencari makan

Mencari kursi melelang iman

116. Bukan badan diperjual-belikan

Dan bukan alat menjadi topengan

Berpura-pura membela Tuhan

Padahal membela makan dan makan

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

117. Manusia ikhlas ada tandanya

Tetap berjuang dengan setia

Dimana saja mereka berada

Tidak tergantung menjadi pemuka

118. "Contohnya Khalid dipecat 'Umar

diperang Yarmuk sedang berkorban

Jiwa beliau bertambah besar

Bertambah Ikhlas berjuang sabar"

119. Bila seorang kehilangan akhlak

Dahir batinya suka memberak

Ibu bapaknya dipandang budak

Bila tak dapat emas dan perak

120. Melentur kiri melentur kanan

Membuka rahasia pada luaran!?!?

Organisasi dipermainkan

Seakan mereka tidak bertuhan!

121. Memang begitulah cara Sang musang

Waktu bertatap bekaji benting

Bila diluar bergaya menentang

Semua orang diajak menendang !!!!

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

122. Nahdlatul Wathan modal utama

Bagi NTB dan Sasak semua

Karna lahirnya dizaman Belanda

Sebagai madrasah sumber agama

123. Perlu dijaga bersama-sama ...

Selaku andil utama kita

Tegakan iman tegakan taqwa

"Di Negara merdeka berpancasila"

124. Janganlah ananda mau diajak!

Ikut serta merusakan Sasak!

Jangan terkena pepatah Sasak:

"Dengan Sasak girang (sering) gerasak

125. Sasak yang tulen nasionalisnya

Selalu dituduh sukuisme-nya

Sungguh penuduh sukuisme buta

Penuh buktinya di sini di sana

126. NTB mengharap pemerataan

Keadilan sejati dan kebenaran

Agar meratalah kemakmuran

Di tanah air ciptaan Tuhan

127. Hidup seorang harus di ukur

Dengan imannya taqwa nan mujur

Bila seorang ta'at dan mujur

Hidup matinya didalam ujur

128. Si keranjingan gila politik

Lupa dirinya terjungkir-balik

Iman taqwanya hilang geritik(berjatuhan)

Na'udzubillah mimma hunalik

129. "Kompak untuk bersatu haluan ...

Istiqomah ikhlas kepada Tuahan"

Itu amanat Maulana Al-Hasan ...

Kepada Warga Nahdalatul Wathan

130. Bagi yang tunduk pada nasehat

Memang teguh pada amanat

Memegang teguh pada wasita

Zhahir batinya penuh barakat

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

131. Janganlah nanda lupa daratan

Karna mendapat kursi jabatan

Kursi ananda diberikan Tuhan

Lantaran jasa Nahdlatul Wathan

132. Insan mulia yang pandai bersyukur

Dan seabaliknya mereka yang kufur

Si ingkar ni'mat sepanjang duhur

Padahal ia langganan kubur

133. Sayanglah ananda lama mengaji

di NWDI dan NBDI

Di Pancor Beremi di sana-sini

Asuhan HAMZANWADI sendiri

134. Tetapi banyak melupakan diri

Tidak lagi berjiwa santri

Karna tertawan "sambal-terasi

Sampai lupakan "rumah sendiri"

135. Kalo orang berjiwa basi

Hanya mengejar bayangan kursi

Tidak peduli tuntunan Ilahi

Selalu menendang ayat Al-Kursi

136. Banyak sekali bilangan pencinta

Dikala senang berpesta-pora

Di kala Ayahanda dalam derita

banyak yang lari tanpa berita !?!?

137. Melanggar bai'at melanggar perintah

Melanggar iqrar melanggar perintah

Tidak peduli hubungan musnah

Tidak peduli Qur'an dan Sunnah

138. Tidak perduli dan tidak perduli

Apapun terjadi dalam diri

Asalkan puas nafsu dan hati

Membela golongan membela famili

139. Dan tidak sedikit bertambah mata

Hingga menjadi mata-mata dunia

Dari gilanya menghimpun dunia

Zhahir batinya buta dan buta

140. Ini namanya panatik buta

Panatik tuli seribu juta

Tidak melihat bikti yang nyata

Tidak mendengar dalil Agama

141. Khianat sumpah dan khianat bai'at

Sangat bahaya dunia akhirat

Banyak trbukti banyak terlihat

"Imannya mati taqwanya melarat"

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

142. Ajibnya terkadang di Partai Islam

Berpura-pura bela islam

Aktif keliling siang dan malam

Membela diri melupakan Islam

143. Memang banyak simodel begitu

Diputar oleh mahluk tertentu

Akhirnya buta tuli dan bisu

Ingatnya hanya perlu dan bangku

144. Inilah model insan sekarang

Rupanya tepatlah ulasan orang:

"Bangkahulu bukan Semarang

Lain dahulu lain sekarang"

145. Ayahanda bersyukur seribu satu

Sejak belajar di Makhah dahulu

Sampai sekarang mendapat restu

Karna hubungan hidup selalu

146. Memang berkat tak dapat dibeli

Dengan mas intan sebesar Renjani

Berkat itu rahasia Ilahi

Dialamatkan ke insan yang murni

147. Justru haruslah menjaga hati

Mengikhlaskan ke Rabbul 'Izzati

Karna ia raja sejati

Bagi seluruh anggota insani

148. Wahai anaku sucikan hati

Dalam hatimulah rahasiamu

Rahasia hatimu pada dirimu

Karna itu hatimu ! ! !

149. Teguhkan hatimu pada Tuhan

Hidupkan taqwamu hidupkan imanmu

Janganlah ankku takut bayangan

Dan kadal geresek ditepi jalan

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

150. Kosongkan dirimu dikala 'ibadah

Menghadap qiblat menghadap Ka'bah

Duduk bersimpuh di atas sajadah

Mohon mendapat husnul-khatimah

151. Nabi sembahyang setelah hijrah

Bersama Yahudi kesatu arah

Akhirnya Tuhan turunkan perintah

Harus kembali menghadap Ka'bah

152. Karna kafir tak pandai bersyukur

Penuh khuyala' hasad takabbur

Tidak hirakuan kawan dan teman

Semua-muanya brpolitik catur

153. Pencipta alam telah gambarkan

Hati kafirin sepanjang zaman

Bahwa mereka tak ridha abadan

Di dalam firma-Nya yaitu "WALAN"

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

154. Banyaklah orang memasuki NW

Tujuan pokonya kursi pegawai

Tidak berfikir hidupnya NW

Iman taqwanya berpagi-sore

155. Dan bila meleset kaki sorenya

Lebar mulutnya mencela NW nya

PB dituduh sangat kakunya

Dewan Mustasyar dinafikannya

156. Tuduhan begini lantaran gilanya

Kepada kursi dan harta bendanya

Kepada dunia semata-mata

Bukan berdasar iman takwanya

157. Kalau abituren berbuat begitu

Sungguh celaka seribu satu

Zhair batinya menjadi peluru

Melempar PB melempar Guru ... ? !

158. Orang yang ta'at pada gurunya

Dituduh mengkultus oleh mereka

Tuduhan buta karna jahilnya

Jahil murabba' di Hadits Nabinya

159. Na'uzubillah dari mereka

Yang hanya mengaku dirinya dirinya

Semua orang dinafikinnya

Bila yakdapat ditunggang olehnya

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

160. Janganlah ananda bermain "carmuk"

Karna cermuk sipat si beruk

Dunia akherat menjadi ambruk

Iman melayang taqwapun remuk

161. Bila nanda mencari muka

Janganlah cari di manusia

Tapi carilah di Rabbul-Baraya

Dengan iman dan amal taqwa

162. Kalo nanda memang setia

Pasti selalu siap siaga

Membantu ayahnda membela agama

Di "Bulan Bintang Sinar Lima"

163. Kalo nanda mengingat diri

Waktu belajar sehari-hari

Di NWDI dan NBDI

Pasti membela Organisasi

164. Bila nanda memang beruntung

Tidaklah gampang menjadi binggung

Diserang fitnah di gawe dan warung

Jangan mendengar suara burung

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

165. Janganlah nanda dibikin bubur

Oleh pemain politik campur

Diperalat untuk melawn bubur

Sehingga ukwah hancur dan lebur

166. Banyak sekali berlidah madu

Berhati pahit bagai empedu

Berpolitik: "membela bambu"

Tujuannya ummat jangan bersatu

167. Sasak tak sadar rencana beruang

Mendekati bola untuk ditendang

Menjaga gawang sekedar lambang

"Habis main sepah dibuang"

168. Politik satu ditambah satu

Ditambah satu samadengan satu

Dilancarkan oleh golongan tertentu

Membela nafsu membela hantu

169. Wahai anakku kompak bersatu

Jangan trpikat bujukan hantu

Bersilat lidah setiap waktu

Dibalik udang batudi situ

170. Kalo nanda ditimpa batu ...

Apa artinya udang beribu ? !

Kalo akherat tertutup pintu ...

Apa artinya senang duniamu? !

171. Guru agama khususnya 'Ulama'...

Atau Auliya atau Ashfiya

Pembawa konci di alamfana'...

Pembuka pintu di alam baqa'

172. Itulah sebabnya Penghulu Nabi

Menyuruh murid setia bakti

Agar ilmunya berkat pasti

Dunia Akherat ridla Ilahi

173. Orang yang bakti pada guru

Mendapat faidah hikmah yang baru

tidak terduga lebih dahulu

Memang Allah Pemberi selalu

174. Kalo tak tampak semasih masanya

Alan tampaklah setelah pindahnya

banyak terbukti sepanjang masa

Sebab baiknya sambungan pipanya

175. Kalo durhaka kepada Guru...

Hatinya kecil selalu terburu

Akhlaknya rusak jsmaninya pilu

Terkadang hidupnya haram melulu

176. Aktif mengajak melawan Guru...

Hawa nafsunya buru-memburu

Dibanyak soal selalu keliru

Terkadang matinya tidak tertebtu

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

177. 'Ulama' Tasauf pernah berkata

Dengan jelasnya membuka pakta

Si gila pengaruh perusak agama

Ia selalu menjilat dunia

178. Sang doyan duni membabi buta

Merusak dunia merisak semua

Tidak peduli ibi-bapaknya

Tidak peduli pada gurunyadahlan

179. Dahlan Ihsan telah berkata

Di kitab "Sirajuth Tolibiina":

"Murid durhaka pada gurunya

tidak terhapus dosa lengahnya"

180. Ibnu As-Subki pun telah menaqil

Di kitab Tabaqat yang sangat terkenal

Fatwa tersebut memang dinaqal

Dari jawaban Imam 'Busahala'

181. Murid yang putus dari gurunya

Berani rusak pipa ilmunya

Hilang terbakar sari ilmunya

Dibakar syaitan dan hawa nafsu

182. Kalo guru mebuang muridnya

Tidak terputus pertalianya

Dan sebaliknya putus jadinya

Ini menurut fatwa "Fuqaha"

183. Guru Agama pilih mursyid yang nyata

Yang tetap utuh sambungan pipanya

Jangan yang putus sambungan gurunya

Agar tak nyesal kemudian hari

184. Guru Agama imam ke surga

Perlu dipilih wajib dijaga

Silsilah yang putus tidak berguna

Dunia akhirat dlalalan-mubina

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

185. Tuntut ilmu sebanyak mungkin

Sampai mendapat gelar muflihin

Gelar dunia perlu jalin

Dengan ajaran Robbul 'Alamin

186. Dunia belaka tak ada artinya

Bila akherat dibelakanginya

Semua mahluk kembali kesana

Baik dan buruk ternyata paddanya

187. Jaga baiklah gelar ananda

Agar ananda jangan ternoda

Pergunakan tegus selama-lamanya

Untuk agama untuk negara

188. Syekh Azzmi telah berkata:

"Banyak sekalai kulihat nyata

Bahwa agama banyak ternoda

Oleh orang bergelar dunia"

189. Sangat benar fatua Seykh 'Azzam

Dapat terbukti siang dan malam

Tidak sedikit iman tenggelam

Dilauatan hwanafsu jahannam

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

190. Kalo iman seseorang tidak di dalam

Politik juangnya hanya menghanyam

Asalkan dunia dan fulus digenggam

Tidak peduli takwanya tenggelam

191. Penuh dunia buktinya ternyata

Disaksikan oleh seluruh mata

Bahwa mereka bertuhankan hawanya

Tidak bertuan kepada Tuhanya !?

192. Wahai anaku yang kucintai

Serah dirimu kepada Ilahi

Jangan nakku mengantungkan diri

Kepada mahluk pemain janji

193. Orang munafik tidak perduli

Melangar janji seribu kali

Karna lidahnya tidak berarti

Lari kekana lari kekiri

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

194. Ingatlah nanda da'wahnya Anbiya

Da'wah Ulama da'wah Awlia'

Menentang Ajaran para Asyqiya

Agar ummat menjadi Atqiya

195. Wajib dicontoh jejak mereka

Berjuang LILLAHI semata-mata

Membeli iman membela taqwa

Menentan iblis maklar neraka

196. Bahwa iblis dua macmnya

Yakni syaitan dan manusia

Yang paling bahaya iblis yang kedua

Karna lidahnaya sangat berbahaya

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

197. Dekatkan dirimu kepada Tuhan

Jauhkan dari pembela syaitan

Amar-Ma'ruf wajib tegakan

Nahi-Munkar tetap aktifkan

198. Abu As-Suhud da'wahaya kontan

Mengetuk hati dengan sempontan

Tidak meleset dari dugaan

Membantu roda Nahdlatul Wathan

199. Berkelana terus kedaerah-daerah

Bersama Khadami menjunjung perintah

Dengan dua ribu dan dua wajah

Membela iman membela syari'ah

200. Haruslah Nahdliyun syukur seribu

Ke Abu As-Suhud pahalanya jitu

Iman taqwa di Ka'bah bersatu

Semoga Allah tetep merestu

201. 'Imran siap dengan kilat anginya

Secepat kilat kemana perginya

Menjunjung perintah sepenuh ta'atnya

Fattah Badawi merestuinya

202. Berkelana iklas malam dan hari

Serta imannya mengabdikan diri

Ratusan ribu kilo dalam sehari

Di Masjid Jami' tempat kompromi

203. Duplikat Ngampel dan Kalijaga

Berlaku lebih tingi bulan nyata

Memancar sinar di Nusantara

Menghidupkan Imnan bersinar Taqwa

204. Dua puluh eneam di bagi dua

Pastinya tigabelas merata

Pertujuh menit seribu dan asa

Rahasianya "indahu ta'ala

205. Memang Tuhan Yang Maha Kuasa...

Mengatur alam-Nya sepanjang masa

Tidak ada mustahil untuk selama

Bila Tuhan menghendakinya

206. Sangat sempena tempat bertemu

Di Hira' tempat turunya Wahyu

Ia mnjelma di tempat itu

Maulana Al-Malik mendapat restu

207. Di salahsatu warta berita ...

Tak pernah diberi kepada siapa ? ! ? !

Lakinoleh karna cintanya

Kepada Penerus di limpahkanya

208. Sungguh besarlah jasa seorang

Yang zhahir batinya untuk berjuang

Memimpin ummat kejalan yang terang

Adil makmur kebenaran gemilang

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

209. Sayid Saggaf memasang Kaca ...!?!?

Tembok keramat luar biasa

Siapa memanah kembali padanya

Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa

210. Cambuk akherat keliling duania ...!?

di dalam tempo sekejab mata

Orang mu'min mendakan do'a

Membantu iman membantu taqwa

211. As-Saggaf memang banyak berjasa ...

Pada An-Nahdliyin di masa-masa

Bantuan muril dapat dirasa

Bantuan muril di pandang mata

212. Lengan hitam di Padang Sahara

Sangu pejuang di purba kala

Sayid Maliki melmpahkannya

Ummu Qudisiah merestuinya

213. Thariqah Hizib Nahdlatul Wathan

Disambut luas desa dan dasan

Semua 'asyik mendo'akan ikhwan

Menadahkan tangan kepada Tuhan

214. Sering sekali Hizib nan jaya

Menjadi mahar putri setia

Diserahkan oleh pemuda kita

Mengharap berkahnya sepanjang masa

215. Wirid An-Nur berkumandang terus

Untuk mereka yang masih tulus

Memuja-muji Ilahi-Quddus

Semoga Tuhan hidupkan nufus

216. Wirid Fash dan Do'a Pusaka

Wirid Khusus dan Sumber Rezqinya

Diijazahkan pada waktunya

Semoga Allah memberkahinya

217. Banyak sekali mubasyyirat nyata

Disampaikan oleh Pewirid kita

Sungguh ikhlas tak ada bandingnya

Membawa ummat ke jalan yang nyata

سُبْحَنَ اللّهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَاالهَ اِلَّا اللّهُ

وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُ اَكْبَرُوَلِلّهِ الْحَمْدُ

218. Ayahanda tabligh di malam sunyi

Hadapi lautan mahluk insani

Agar tersebut ajaran Ilahi

Di Nusantara dan luar negeri

219. Tabligh dibuka sepanjang malam

Dengan luasnya luar dan dalam

Aggar ummat jangan tenggelam

Berkat rahmat Pencipta alam

220. Memang da'wah iman yang murni

Di waktu nafahaat Rabbul 'Izzati

Membawa ummat ikhlas sejati

Aktif mengetuk Banul Jannati

221. Ayuhai Iaman ayuhai taqwa

Ayuhai Islam ayuhai agama

Ayuhai ihsan ayuhai saudara

MA'ASHSHODIQIN ABADAN ABADA

222. Allahu Akbar Yang Maha Kuasa

Limpahkan ni'mat sepanjang masa

Supaya hamba-Nya tidak merasa

Akan ni'mat yang luar biasa

223. Justru itu marilah kita

Tetap bersukur tetap berdo'a

Agar tetaplah di pelihara ...

Segala ni'mat segala-galanya

224. Janganlah lalai jangan lah lupa

Sekalipun nanda menjadi "bapa"

Sumber ni'mat perlu dijaga...

Selama hidup dialam fana

225. Tak pandai bersyukur kepada Tuahan

Orang yang tak mensyukuri insan

Karana Tuhan menjadikan wathan

Dan menjadikan Nahdalatul Wathan

226. Anakku kalian kuamanatkan:

"Membela tegun Nahdlatul Watahan

kompak utuh sepanjang zaman

Iman taqwa diperjuangkan"

227. Sekian Wasiat Renungan Massa

Pengalaman sekian lama

Khususnya setelah bersandiwara

Berpesta pora di Nusantara

228. Di Akhir Abata Ke-Empat Belas

Sampai Masiknya Kelima Belas

Ayahanda berdiam, renungkan nafas

Akhirnya mendapat ilham nan jelas

229. Illahi Robbi Yang Maha Kuasa ...

Limpahkan tqufiq hidayat dan ridla

Kepada hamba-Mu maan Nahdliyina

Jadikan semua hamba Mutaqqin

230. Tuangkan langsung hujan berkat

Dari Auliya 'Ahlun Nafahaat

Kepada Nahdliyin serta Nahdliyat

Dunia akherat mendapat

231. Tegakkan Sasak setegak Rinjani

Membela iman membela diri ...

Tegak untuk ikhlas berani ...

Tidak tertawan ajaran iblis ...

232. Aamin Ilahi ya Robbal 'Alamin

Aamin ya Karim Akramal-akramin

Aamin ya Rahman Arhamar-rahimin

Aamin fastajib bi Thaahal-Amin

233. Falhamdulillahi Rabbil 'Alamin

Wasysyukrulahu minnan Nahdlliyin

Shalat salam li Sayyidil Mursalin

Wa aalihin wa shahbihi ajma'in

KHATIMAH : Nas'alullahi Ta'ala husnaha.

Wasiat ini: Renungan Masa Pengalaman Baru Disusun :

1. Setelah Melihat Situasi dunia Islam dewasa ini terus-menerus dikepung/dorongrong oleh lawan dan antek-antek mereka. Sayang Ummat Islam sendiri kebanyakan lengah bahkan tidur nyenyak atau tidak mengetahui dirinya sendiri; siapakah dia dan dimanakah dia, apakah tugasnya sebagai 'ibadullah-Mu'minin (lupa diri sendiri dan lupa tugasnya sendiri) falaahaulawalaquwataillabillahi -'aliyil - adhiimil-'adzizil-hakim.

2. Menjaga kemungkinan akans alah i'tiqad/salah jalan bagi ummat Islam sendiri dalam menegakkan kesucian/kemurnian iman dan taqwa (syari'at Allah Robbul 'alamin) terutama bagi generasi penerus.

3. Sekedar memberi restu dan perangsang nurani Rabbani-qadral mustatha' DI ABAD FINAL INI ABAD KEBANGKITAN UMMAT ISLAM SEDUNIA"

Wamaa'alaina illalbalagh - semoga ada artinya - terutama untuk diri Aayahanda sendiri - Allahumma Aamin.

Wallahul muwaffiqu walhaadi ilaa sabilirrasyad.

Wassalam

Khadimukumul muhibb,

waman ahabbaka nashakaha:

T.G.K.H. MUHAMMAD ZAINUDDIN A.M.

Muassisun Nahdlatain wa Nahdlatul Wathan

Lathafal Lathiful Khabiiru bihi

Amin - Amin

PANCOR BERMI,

BIMUSHALLA ALABRAR

Rabu,9 Dzulhijjah 1401 H

7 Oktober 1981 M

RENUNGAN MASA

WASIAT (AMANAT) AYAH KEPADA ANAK YANG DICINTAI

Diucapkannya pada hari ulang tahun Nahdlatul Wathan yang ke 17 di hadapan para MAHASISWA (Tullab Ma'had Darul Qur'an walhadist Al Majidiyyah Assyafi'iyyah Nahdlatul Wathan), Guru-guru dan se-luruh pelajar NWDI & NBDI dan lain-lain di Pancor pada tanggal 1 Maret 1970/tanggal 24 Dzulhijjah 1389 H.

بسم الله الر حمن الر حيم

Assalamu'alaikum wr. wb.

WASIAT ini RENUNGAN MASA

Perlu dibaca dengan seksama

Semoga Allah yang Maha Esa

Memberi Taufik sepanjang masa

جَزَ ى اللّهُ الشَّدَائِدَ كُلُّ خَيْرٍ

عَرَفْتُ بِهَا صَدِيْقِي مِنْ عُدُوِّى

--------------------------------

وَاِنًَمَا الْمَرْءُ حَدِ يْثٌ بَعْدَهُ

فَكُنْ حَدِيْثًا حَسَنًا لِمَنْ وَعَى

--------------------------------

WABA'DU

1. Aduh sayang !

Memang banyak macam Ujian

Yang diderita Nahdlatul Wathan

Luar dan dalam penuh GODA'AN

Selalu lulus dalam ujian

2. Aduh sayang !

Setiap ujian banyak yang lulus

dan ada juga yang nyata LILUS

Memang begitu HIKMATUL QUDDUS

untuk mencapai hasil yang bagus

3. Aduh sayang !

Yang nyata lulus aku syukurkan

Yang masih lilus aku do'akan

Semoga Alloh menghidayahkan

Kembali ikhlas ke Nahdlatul Wathan

4. Aduh sayang !

NW kembali menjadi KARYA

cita-citanya setinggi MUSTAWA

Semoga tercapai JANNATUL MA'WA

Bi'aunillahi Robbil Baroya

5. Aduh sayang !

Wahai anakku kalian ABITUREN

marilah bersatu sebagai kemarin

Kembali bersatu di satu "AREN"

sungguh NW lah Bapakmu yang tulen

6. Aduh sayang

Kalau anakku masih ingatkan

"KAMI BENIHAN NAHDLATUL WATHAN"

Pasti ta' suka tinggalkan barisan

pasti memihak Nahdlatul Wathan

7. Aduh sayang !

Pintu NW terbuka lama

bagi anakku yang ingin bersama

Mari bersama selama-lama

jangan kembali ke ORDE LAMA

8. Aduh sayang !

Seperlima abad anakku berpisah

selama itu timbullah Fitnah

Di sana sini anakku BERBANTAH

sesama saudara di dalam Nahdlah

9. Aduh sayang !

Wahai anakku mari kembali

kepada NW karya sendiri

Ta' usah lari kesana kemari

agar bersama sepanjang hari

10. Aduh sayang !

Aku melihat banyaknya fitnah

karena anakku berpisah-pisah

Tidak seturut pada ayahanda

MASYA'ALLAH wa INNALILLAH

11. Aduh sayang !

Dulu banyak yang kami bai'at

waktu IJAZAH dan menerima THORIQOT

Sanggup membela selama hayat

sehidup semati sampai akhirat

12. Aduh sayang !

Tapi sekarang jarang kulihat

menepati janji menepati Bai'at

Apakah masih ada yang ingat ...!

ataukah sudah terbuang di "ERAT"

13. Aduh sayang !

Bahwa Saifulhaq do'a Pemuda

diijazahkan dengan bai'atnya

Sanggup membela penuh setia

tapi sekarang apa khabarnya ?

14. Aduh sayang !

Konon ada menjual gurunya

menjual Ibu serta Bapaknya

Menjual NW dan Madrasahnya

Na'udzubillah apa jadinya ...

15. Aduh sayang !

Organisasi ada IMAMNYA

Pengurus Besar (PB) namanya

Wajib dito'ati instruksinya

selama berjalan menyelamatkannya

16. Aduh sayang !

Ta' ada artinya organisasi

kalau instruksi ta' dito'ati

Itu namanya ber NAPSI-NAPSI

ber NAPSU-NAPSU membakar diri

17. Aduh sayang !

Kalau Imam mulai takbirnya

harus Ma'mum mulai pula

Bila Imam salamnya nyata

haruslah Ma'mum salam merata

18. Aduh sayang !

Kalau anakku masih mengaku

Bahwa NW Organisasimu

Pastilah 'nakku Tho'at seribu

Meurut "IMAM" kompak selalu

19. Aduh sayang !

Banyaklah orang tidak mengerti

pada tugasnya berorganisasi

Dipermainkan orang sehari-hari

akhirnya ia menjadi AMPHIBI

20. Aduh sayang !

Ada pula yang sangat panatik

hanya selalu ingin NGERITIK

Membela fahamnya yang sangat PICIK

akhirnya banyak KEJUNGKING BALIK

21. Aduh sayang !

Adapula yang sangat ganjil

Selalu memakai politik kancil

Lidahnya manis buktinya nihil

HANTAM KROMO pokoknya hasil

22. Aduh sayang !

Jangan anakku menutup mata

tidak peduli bukti yang nyata

Jangan anakku berlagak buta

Sengaja melupa hubungan kita

23. Aduh sayang !

Disa'at kami dikepung orang

ada juga 'nakku menghilang

Sungguh dubia heran dan Cengang

melihat 'nakku mengguntung brnang

24. Aduh sayang !

Sudah masanya 'nakku berbakti

membela NW sepenuh hati

Melihara NW sepenuh bukti

menanam jiwa DICEPLINE sejati

25. Aduh sayang !

Mari bersatu di satu barisan

janganlah suka berkeliaran

Tetap bersatu bersama IKHWAN

menurut Pimpinan Nahdlatul Wathan

26. Aduh sayang !

Tetapkan dirimu bersama ikhwan

Bersama pembela NAHDLATUL WATHAN

Jangan selalu mendengar ocehan

"SUARA ORANG DI PINGGIR JALAN"

27. Aduh sayang !

Dasar selamat BERSATU KALIMAH

bersatu DERAP bersatu LANGKAH

Dasar bahaya BERPECAH BELAH

terkadang membawa SU'ULKHATIMAH

28. Aduh sayang !

Kalau anakku kompak selama

di satu barisan bersama-sama

Pastilah NW jayanya lama

karena Syaitan ta' dapan NGGRAMA

29. Aduh sayang !

Kalau anakda berlain tempat

pasti dan pasti ikut MENGUMPAT

Kepada ayahanda dan NW sehat

ini bahaya Dunia-Akhirat

30. Aduh sayang !

Kalau anakda dilain WADAH

tidaklah segan membuat Fitnah

Memfitnah ayahanda dan NW nan megah

pengalaman hidupku membuktikan sudah

31. Aduh sayang !

Kalau anakda berlain-lain

pastilah NW diteropong-lain

Tidak lagi memandangnya AQROBIN

Hanya asing FIDLOLALIN MUBIN

32. Aduh sayang !

Kalau anakda ingat Ilahi

Masakan 'naknda menggantung diri

Kalau anaknda berhati murni

masakan lupa ayahanda sendiri

33. Aduh sayang !

Jauhkan dirimu dari sang CUPAK

Karena cupak sangat merusak

Asal dijanji KURSI dan PERAK

tidak peduli guru dan sanak

34. Aduh sayang !

Banyaklah orang berlagak Pejuang

mendekati NW ikut berjuang

Akhirnya MENIKAM dari BELAKANG

karena NW ta' dapat DITUNGGANG

35. Aduh sayang !

IBNU SABA' mengadu domba

antara peuka dengan pemuda,

Antara anggota dengan anggota

antara kita sesama kita

36. Aduh sayang !

PAK HASIDIN mencari nama

bersilat dengan Agama

Ingin disebut orang utama

harapan diikut selama-lama

37. Aduh sayang !

Banyak sekali si model begitu

sering terdapat di sana situ

itulah dia pengalaman nan lucu

yang kudapati selama hidupku

38. Aduh sayang !

Kalau anakda memang setia

tentulah seturut dan bersedia

Menegakkan NW ciptaan ayahanda

bersama menolak iblis yang nyata

39. Aduh sayang !

Nahdlatul Wathan ciptaan ayahanda

'ku AMANATKAN kepada anakda

DIPELIHARA dan terus DIBINA

dan dikembangkan di NUsantara

40. Aduh sayang !

Azaz NW jangan diubah

Sepanjang masa sepanjang sanah

SUNNAH JAMA'AH dalam 'aqidah

MAZHAB SYAFI'I dala Syari'ah

41. Aduh sayang !

Ide KHAWARIJ jangan dianut

karena menyimpang dari yang panut

Selalu terjadi fitnah yang ribut

Dari mereka yang banyak kimut

42. Aduh sayang !

Bukan Madrasah desa dan dasan

Agar tersebar ajaran Tuhan

Ikatan pelajar, PG aktifkan

HIMMAH, PEMUDA - terus tinjolkan

43. Aduh sayang !

NW membuka lembaran sejarah

mengangkat derajat PUTRA DAERAH

Terbukti dalam diri anakda

menjadi USTADZ dan GURU SEKOLAH

44. Aduh sayang !

Dan banyak pula Petugas Negara

menjadi PENGHULU menjadi KEPALA

URUSAN AGAMA, PENDIDIKANNYA

PENERANGAN AGAMA, PENERANGANNYA

45. Aduh sayang !

Sejarah yang putih jangan hitamkan

jangan anakku dikambing hitamkan

Sejarah yang beraih jangan kotorkan

jangan anakku dibodoh-bodohkan

46. Aduh sayang !

Nahdlatul Wathan pusakamu sendiri

dilahirkan Tuhan di Lombok ini

Ciptaan Sasak Selaparang Asli

wajib dibela sampai akhirati

47. Aduh sayang !

Pelita NRB bertambah terangnya

Karena NW lahir padanya

Berpartisipasi dengan megahnya

MEMBELA AGAMA NUSA DAN BANGSA

48. Aduh sayang !

Jangan rusakkan sejarah dirimu

dengan alassan si BURUNG HANTU

Jangan rusakkan sejarah DESAMU

dengan alasan yang nambah dosamu

49. Aduh sayang !

Sekarang anakda sudah mulia

jangan lupa pada NW nya

Agar orang jangan berkata

"LUPA KACANG AKAN KULITNYA"

50. Aduh sayang !

Disaat 'nakda mendapat BINTANG

pertahankan Sinar Sang Selaparang

Agar terhindar sebutan orang

"HABIS MANIS SEPAH DIBUANG"

51. Aduh sayang !

Nahdalatul Wathan sudah dewasa

Lima delapan Tahun umurnya

Menjalankan Tugas yang maha mulia

MENMBUKAKAN UMAT JALAN ke SURGA

52. Aduh sayang !

Siarkan Hizib sampai merata

agar banyaklah pendo'a kita

Mendo'a Negara, Nusa dan Bangsa

Mendo'a Islam se Nusantara

53. Aduh sayang !

Janganlah cela Hizib nan jaya

karena ia Wirid Aulia

Takut kualat akhirnya bahaya

karena banyak buktinya nyata

54. Aduh sayang !

Ada orang melarang berhizib

berjanji pasti mengarang hizib

Akhirnya mati ta' ngarang Hizib

Hanya mengarang RIBUAN KIZIB

55. Aduh sayang !

Apa pula selalu mencela

orang berhizib dihina dina

Akhirnya mati secara gila

NA'UZUBILLAHI MIN ZALIKA

56. Aduh sayang !

Sholaat Nahdlotain di-cela-celanya

padahal mendo'a keselamatannya

Dari GILANYA dan HASADNYA

MEGPIROH TUHAN di-injak-injaknya

57. Aduh sayang !

"KUN PAYAKUN" konak nan halus

menjadi penawar segala nufus

Untuk mencapai HIKMATUL QUDDUS

perlu dibaca terus menerus

58. Aduh sayang !

Sholat terhebat "SHOLATUNNAHDLOH"

Penuh faidah penuh hikmah

Penuh dibaca oleh anakda

Walau sehari marroh wahidah

59. Aduh sayang !

"SHOLAWAT TAISIR" amatlah perlu

dibaca oleh penuntut 'ilmu

Oleh pedagang yang ingin maju

oleh pemimpion oleh penghulu

60. Aduh sayang !

Sekalian musuh ada harapan

Menjadi b aik menjadi ikhwan

Kecuali musuh yang ANTI KEMULAN

SAMPAI KIAMAT MENJADI SYAITHON

61. Aduh sayang !

Tetap amalkan "ROBBANAMPA'NA"

karena ia sangan berguna

DO'A PUSAKA mengandung sempena

harus dibaca dengan sempurna

62. Aduh sayang !

Jika khawatir akan terjadi

mala petaka didalam diri

Perlu dibaca berkali-kali

"A'DA 'UNA-LAN..." WIRID GOZALI

63. Aduh sayang !

THORIQOT HIZIB thoriqot terakhir

dengan bisyaroh "ALBASYIRUNNAZIR"

kepada "BERMI" alfaqirulhaqir

dan ditaukidkan oleh AL KHIDIR

64. Aduh sayang !

Banyak sekali BASYARAH nan nyata

Untuk jama'ah Thoriqot kita,

Dari Anbiya' dan AULIA

Menjadi bukti menjadi fakta

65. Aduh sayang !

Orang beriman bersuka ria

Mendengar BIsyarah tambah percaya

Orang yang ingkar bertambah gila

Berpanjang lidah tambah mencela

66. Aduh sayang !

Lebih-lebih si memang hasad

bernyala-nyala api dijasad

Tak berhenti menjalankan fasad

Sehingga masuk keliang lahad

67. Aduh sayang !

Zaman dahulu para anbiya'

Para Auliya' para Athqiya'

Selalu dihasad oleh si Sipaha'

Akhirnya mereka tersiksa bala'

68. Aduh sayang !

Ada bisyarah berkata begini

Biarkan mereka mencaci maki

Karena berarti dia memuji

Dan mendo'akan NW mu ini

69. Aduh sayang !

Justeru itu kami berkata

Terimakasih kasih berlipat ganda

Kepada "HASIDIN" yang aktif serta

Menyiarkan NW sampai merata

70. Aduh sayang !

Mereka aktif mengoceh NW

Diwaktu pesta diwaktu begawe

Dimuka umum dimuka pegawe

itulah "JASA" Lo' "KEDE GAWE"

71. Aduh sayang !

Sekali lagi Alhamdulillah

Atas bantuan dan jerih payah,

Para HASIDIN si juru da'wah

'nyiarkan NW sonder diupah

72. Aduh sayang !

Wahai anakku jama'ah Thariqot

Janganlah lupa pada SYARI'AT

Ingatlah selalu kandungan bai'at

Mudahan selamat dunia Akhirat

73. Aduh sayang !

Dengan adanya peraturan Murni

NW mencatat rahasia insani,

Hitam dan putih terbongkar sendiri

Cinta kasih tak dapat dibeli

74. Aduh sayang !

Fulan diduga cinta sejati

Tapi ternyata hatinya mati,

Terkadang Fulan disebut anti

Lakin terbukti SETIA MURNI

75. Aduh sayang !

Thoriqot Hizib harus berjalan

Bersama thoriqot yang murni haluan

Membenteng syari'at membenteng iman

Menendang ajaran THORIQOT SYAITHON

76. Aduh sayang !

Thoriqot yang baik diperkosa orang

Dipergunakan semata mencari uang,

Dipermain-mainkan wirid yang memang

Sehingga kabur thoriqot yang teranag

77. Aduh sayang !

Karena si guru banyak tak beres

'Ibarat sopir tak punya rebiwys

Sehingga murid banyak yang NGERES

Meninggalkan shalat sebagai beberes

78. Aduh sayang !

Sang jahil MUROBBA' menjadi badal

Menarik ummat kejalan yang Dholal,

Disana sini Dholal fie Dholal

Lebih bahaya dari sang dajjal

79. Aduh sayang !

Banyak sekali membisikkan HAQIQAT

Padahal mereka buta SYARI'AT

Sehingga awam banyak terpikat

Menjadi ZINDIQ menjadi SESAT

80. Aduh sayang !

Orang yang bodoh menjadi korban

Dipermainkan tidak karuan

Memang benarlah ajaran Tuhan

Yang paling bahaya "ALIMULLISAN"

81. Aduh sayang !

Ada orang mengaku diri,

Mengambil patokan "MUSA SAMIRI"

Waktu berzikir menari-nari,

Bersorak-sorak sebagai himari

82. Aduh sayang !

Ada pula berkata begini

Thoriqotku ini adalah ISI

Syari'at itu tak perlu lagi

Karena isilah yang memang dicari

83. Aduh sayang !

Dibeberapa masjid ada pengajar

Mendidik ummat berkurang ajar,

Obrolan cabul penuh kelakar

itulah dia susut terbesar

84. Aduh sayang !

Na'udzubillah dari segala

Ocehan iblis dan antek-anteknya

Membuka luas pintu neraka

Menutup arapat jelan ke surga

85. Aduh sayang !

Sungguh sukarlah mencari guru

Yang berhak mengajar Thoriqot yang jitu

Kebanyakan orang tak punya malu

Ingin disdebut "WALI " dan "RATU"

86. Aduh sayang !

Wajiblah 'nakda berbanyak syukur

Atas NW mu nan jamu teratur

Menyebarkan ilmua dan amal mabrur

Secara terang secara jujur

87. Aduh sayang !

Zaman sekarang zaman MUNKAROT

memerlukan banyak membaca Sholawaat,

MEMBACA QUR'AN, ZIKIR dan TAUBAT

Mengingat tuhan setiap saat

88. Aduh sayang !

Gunung fitnah bertubi-tubi

di sana sini menjadi jadi,

FITNAH QUBRO pasti terjadi

mungkin dahsyatnya di "HAWWUZ" nanti

89. Aduh sayang !

Bila saatnya PAMASYAA'ALLOH

wa INNALILLAH wa INNALILLAH

perbanyaklah TAKBIR dan HASBUNALLOH

Dan terus menerus membaca HAUQOLAH

90. Aduh sayang !

Kita serahkan Nahdlatul Wathan

lahir dan bathin kepada Tuhan

Semoga tetap dalam lindungan

ALHAYYUL QOYYUM sepanjang zaman

91. Aduh sayang !

kaum wanita tetap wanita

sekalipun S.H dan DOKTORANDA

Wajib berjuang dengan Pelita

Membela Agama Nusa dan Bangsa

92. Aduh sayang !

banyak wanita mengaku bebas

semau-mau 'ninggalkan tugas

Bercampur baur secara buas

akhirnya IMANNYA MELAYANG LEPAS

93. Aduh sayang !

Banyak terdapat dewasa ini

Bahwa wanit berlagak laki

Dan sang laki seolah isteri

Terbalik langit menjadi bumi

94. Aduh sayang !

Kalau berjodoh hendaklah pilih

yang tinggi moral, turunan bersih

Jangan semata memandanggajih

memandang Title dan muka jernih

95. Aduh sayang !

Karena banyak buktinya nyata

Kebanyakan haya memandang harta

Memandang rupa memandang Kasta

akhirnya hina, Imannya buta

96. Aduh sayang !

Kami melihat di Sasak ini

banya k terdapat disana sini

Hanya panatik silsilah sendiri

sehingga lumpa Syari'ah Ilahi

97. Aduh sayang !

Wahai anakku rajin berguru

pilih yang Mursyid menjadi Guru

Lagipun MUKHLIS, To'at selalu

serta amanah berakhlaq Guru

98. Aduh sayang !

Jangan sekali 'nakku mengaji

Pada orang yang akhlaqnya keji

Karena ilunya ilmu IBLIS

Dunia Akhirat bahayanya pasti

99. Aduh sayang !

Kalau anakku ingin mendapat

Ilmu berguna ilmu yang berkat

Ibu Bapakmu dan Gurumu ingat

wajib dihormati wajib dito'ati

100. Aduh sayang !

NWDI mu dan NBDI

IBU BAPAKMU, Gurumu pasti

Wajib dibela sepenuh hati

karena pembuka babaljannati

101. Aduh sayang !

NWDI dan NBDI mu

Jalan menuju kelangit 'Ilmu

Terus kebulan sampai brtemu

Sinar yang lima 'nyinari penjuru

102. Aduh sayang !

Bagi anakku yang murni benar

Jiwa raganya bersinar seminar

Hidup matinya di bawah sinar

Tidak menjadi "BURONAN LUAR"

103. Aduh sayang !

Belajar olehmu segala macam

ilmu yang Mufid 'ningkatkan Umam

Jangan bela jar ilmu JAHANNAM

PERUSAK IMAN, PERUSAK ISLAM

104. Aduh sayang !

Kalau umum yang memang dicari

cukup syaratnya gurunya mengerti

Pandai mendidik berhati-hati

Sekalipun bukan muslim sejati

105. Aduh sayang !

Banyaklah orang berlagak Ulama'

padahal mereka masig SUPAHA'

Karena kemari penuk khayala'

merusak agama, merusak juhala'

106. Aduh sayang !

Banyak sekali Fatwa yang pals u

disiarkan dengan berhawa nafsu

Akhirnya ummat banyak tertipu

SYUKURLAH NW AKTIF MENUYAPU

107. Aduh sayang !

Ujub Takabbur Ria' dan Hasad

perusak Amal, Perusak Jasad

Klau seorang berjiwa jasad

ZOHIR BATHINNYA SEMUA PASAD

108. Aduh sayang !

Tetap bersama kaum MUKHLISIN

tetap bersama ka um SHOLIHIN

Teguhkan hubungan dengan MUHIBBIN

putuskan hubungan dengan MUPSIDIN

109. Aduh sayang !

Hidupkan jiwa Ikhlas sejati

tetap memohon taufik Ilahi

Siang dan malam menyerah diri

ke hadirat Alloh Robbi 'IZZATI

110. Aduh sayang !

Ayahanda ini usia Lanjut

perlu sampaikan wasiat tersebut

Semoga 'nakku 'Biturien menyambut

semoga kelurga setia menurut

111. Aduh sayang !

Pengalaman hidupku banyak kujumpa

PAHIT dan MANIS sudah kurasa

Kalau anakku tidak bersama

berbagai bahaya tergambar nyata

112. Aduh sayang !

Itulah sudah WASIATKU nyata

aku lahirkan karena cinta

Kepada anakda semua merata

semoga Allah dipihak kita.

Pancor, 24 Dzulhijjah 1389 H / 1 Maret 1970 M

Wassalam

Ayahanda Al - Muhibb

ttd

K.H.M. Zainuddin Abdul Majid

Pendiri Nahdlatul Wathan

TAMBAHAN PENTING WASIAT

"RENUNGAN MASA"



1. Aduh sayang !

Wahai anakku Rauhun Rehanun

Tetapkan diri selangkah seayun

Membela NW turun temurun

BERTANGGA NAIK BERJENJANG TURUN

2. Aduh sayang !

Wahai anakku tuntutlah ilmu

Setiap hari setiap waktu

Janganlah mundur karena dianu

Karena "TAMBAH AIR TAMBAH SAGU"

3. Aduh sayang !

Tuntutlah ilmu sepuas-puas

Dari yang rendah sampai fakultas

Jangan sekali lengah dan malas

"MENJEMUR SEMENTARA HARI PANAS"

4. Aduh sayang !

Tuntutlah olehmu halal dan bathal

Pada Ulama' yang memang terkenal

Janganlah angkuh bermain akal

"ADA TELUK TIMBUNAN KAPAL"

5. Aduh sayang !

Tetapkan dirimu berbuat baik

Jangan sekali berbuat jelek

Agar semua wargamu baik

"ANAK BAIK MENANTU MOLEK"

6. Aduh sayang !

Bila anakku kakak beradik

Turun temurun berjiwa baik

Amalkan wasiat setiap detik

"BULAN NAIK MATAHARI NAIK"

7. Aduh sayang !

Bila anakku tetap berbakti

Menjunjung wasiat setiap hari

Membela NW sepenuh hati

"BAGAI AYAM BERTELUR DI PADI"

8. Aduh sayang !

Anak cucuku yang kucintai

Bila setia pada Ilahi

Dan wasiatku di junjung tinggi

"SEPERTI SANTAN DENGAN TENGGULI"

9. Aduh sayang !

NW mu ini pelita nan megah

Terus nyalakan setiap saah

Jangan padamkan lantaran fitnah

"ADA SIRIH HENDAK MAKAN SEPAH"

10. Aduh sayang !

Disaat nakku di medan juang

Qur'an dan hadist tetaplah pegang

Ijma' Qiyas jangan dibuang

"SEPERTI SIRIH PULANG KE GAGANG"

11. Aduh sayang !

Wasapadalah nakku malam dan siang

Tetapkan berdo'a setelah sembahyang

Agar terhindar aral melintang

"BESAR KAPAL BESAR GELOMBANG"

12. Aduh sayang !

Dalam berjuang hendaklah jujur

Janganlah malang supaya mujur

Agar selamat sepanjang umur

"SEPERTI BELUT PULANG KE LUMPUR"

13. Aduh sayang !

Bila berjuang harus waspada

Janganlah lengah sekejap mata

Teguhkan hati rapikan penca

"SILAP MATA PECAH KEPALA"

14. Aduh sayang !

Arif bijaksana jadikan guru

Tutur sapanya baik selalu

Gerak geriknya patut ditiru

"TUKANG TIDAK MEMBUANG KAJU"

15. Aduh sayang !

Wahai anakku jangan termenung

Jangan sekali angkuh membusung

Tho'at setia agar beruntung

"BUMI DIPIJAK LANGIT DIJUNJUNG"

16. Aduh sayang !

Janganlah nakku mengaku bijak

Semau-mau melakukan tindak

Tidak perduli ibu dan bapak

"DIDENGAR ADA DIPAKAI TIDAK"

17. Aduh sayang !

Kalau belajar jangan sambilan

Bermain api tidak karuan

Akhirnya celaka membakar ribuan

"IBARAT BARAT BULAN SEMBILAN"

18. Aduh sayang !

Kalau ingin dapat paedah

Tuluskan hati luruskan lidah

Pandai bergaul secara hikmah

"EMPA' BAU TUNJUNG TILAH"

19. Aduh sayang !

Kerjakan suatu dengan ukuran

Dengan teliti dan kesadaran

Agar stabillah keadaan

"BAYANG-BAYANG SEPANJANG BADAN"

20. Aduh sayang !

Bila nakku memegang pimpinan

Segala akibat perlu fikirkan

Agar tak nyesal dan kesiangan

"SUBE BELUS MENCINCINGAN"

21. Aduh sayang !

Pemimpin ummat perlu tenangnya

Perlu waspada dan berkorban

"BANYAK UDANG BANYAK GARAMNYA

BANYAK ORANG BANYAK RAGAMNYA"

22. Aduh sayang !

Jangan pesimis waktu berjuang

Kenangkan sejarah gilang gemilang

Datuk moyangmu bulannya terang

"MENGAMBIL TUAH PADA YANG MENANG"

23. Aduh sayang !

Wahai anakku yang ingin utuh

Jangan sekali tuduh menuduh

Berbuat bangkai dan kursi ampuh

"HENDAK TINGGI TERLALU JATUH"

24. Aduh sayang !

Kalau anakanda ingin mulia

Pilih pimpinan yang bijaksana

Kalau memilih siangkuh durjana

"MEMBERI BARANG KETANGAN KERA"

25. Aduh sayang !

Janganlah nakku lengap sekejap

Dizaman appolo fitnah meluap

Berhenti di timur di Barat menguap

"API PADAM PUTUNG BERASAP"

26. Aduh sayang !

Hendaklah nakku berjiwa teguh

Berhati murni berjuang penuh

Terus menerus tidak mengeluh

"AUR DITANAM BETUM TUMBUH"

27. Aduh sayang !

Tata tertib perlukan ada

Tutur bahasa perlu dijaga

Akhlak luhur tanda mulia

"BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA"

28. Aduh sayang !

Kalau orang berjiwa unggul

Aktif berjuang padai bergaul

Tolong menolong bersama muncul

"TANGAN MENCENCANG BAHU MEMIKUL"

29. Aduh sayang !

Kalau orang berjiwa perut

Semasih kecil tetap mengikut

Setelah besar semua dikentut

"ITULAH DIA MENGANDI BUNUT"

30. Aduh sayang !

Kalau orang berjiwa ringgit

Jangan harapkan bisa membangkit

Dalam jiwanya berputar penyakit

"BAGAI BALING-BALING DI ATAS BUKIT"

31. Aduh sayang !

Ada orang terlalu menyolok

Dirumah orang meminta rokok

Dirumah sendiri tidak menengok

"ITU NAMANYA GERASAK KEROKOK"

32. Aduh sayang !

Orang durhaka membabi buta

Membuat dosa di atas dosa

Pagi memfitnah sore berdusta

"SUDAH PANAS BERBAJU PULA"

33. Aduh sayang !

Jangan menari dimuka macan

Menganggap diri sudah pahlawan

Nama dicari jiwa dikorbankan

"MELETAKKAN API DIBUBUNGAN"

34. Aduh sayang !

Pemuda sekarang berlenggang lenggok

Berasa diri gagah dan elok

Ulama' Aulia' diolok-olok

"BELUM BERTAJI SUDAH BERKOKOK"

35. Aduh sayang !

Baru saja mendapat ijazah

Menyangka diri sudah allamah

Tidak menghirau guru dan ayah

"MENCABIK MUDAH MENJAHIT SUSAH"

36. Aduh sayang !

Orang mu'min berjiwa besar

Tetap berjuang sepenuh shabar

Orang munafiq berjiwa gusar

"TEGAK BERPALING DUDUK BERKISAR"

37. Aduh sayang !

Orang baik berbuat patut

Tidak membekot tidak mencatut

Jasa sedikit disanjung sebut

"HATTA SEDIKIT MENJADI LAUT"

38. Aduh sayang !

Silapang dada jiwanya rukun

Bila bersalah memohon ampun

Sipicik dada selalu ngerumun

Suka Menebas buluh serumpun

39. Aduh sayang !

Ada orang selalu bersalah

Tapi lahirnya semuanya dimarah

Tidak mendengar nasehat ayah

"BURUK MUKA CERMIN DIBELAH"

40. Aduh sayang !

Bertanya olehmu pada pimpinan

Mengenai hal Nahdlatul Wathan

Jangan bertanya pada luaran

"JIKALAU BERANAN IKUT KATA BIDAN"

41. Aduh sayang !

Kalau orang bertitel tinggi

Ingin disebut masyarakat murni

Tapi amphibi berakhlak keji

"BAGAI ANTAN PENCUKIL DURI"

42. Aduh sayang !

Ayahanda ini selalu menolong

Kepada orang yang ingin ditolong

Tapi akhirnya ayahanda didorong

"BAGAI MEMAGAR KERAMBIL CONDONG"

43. Aduh sayang !

Ayahanda ini suka menunjuk

Dan suka pula memohon petunjuk

Mengharap bantuan dari sang Beruk

"BAGAI BERGANTUNG DI AKAR LAPUK"

44. Aduh sayang !

Zaman sekarang zaman memburuk

Mulutnya manis hatinya busuk

Kalau orang berjiwa buruk

"BELUM BERKUKU SUDAH MENGGARUK"

45. Aduh sayang !

Banyak terdapat mengukir langit

Menjemur bangkai di atas bukit

Belum berkuku sudah mencubit

"DI LUAR MERAH DI DALAM PAHIT"

46. Aduh sayang !

Banyak terdapat diakhir zaman

Orang meminjam lidahnya syaitan

Berjanji bersumpah sepenuh awam

"MURAH DIMULUT MAHAL DITIMBANG"

47. Aduh sayang !

Kalau orang bernasib akhiri

Sukar terdapat mukhlis sejati

Biarpun murid biarpun pamili

"MAHAL DIBELI SUKAR DICARI"

48. Aduh sayang !

Kalau orang bernasib malang

Lupa Ilahi lupa sembahyang

Zahir bathinnya selalu terserang

"ANTAN PATAH LESUNG HILANG"

49. Aduh sayang !

Ziarah kubur dicapnya kafir

Oleh mereka yang asyik mengkafir

Qur'an Hadist tidak difikir

"SEPERTI AIR JATUH DI PASIR"

50. Aduh sayang !

Banyak orang memfitnah buta

Mengkafirkan orang dengan sengaja

Lantaran tak masuk dalam partainya

"NAUZUBILLAHI MIN ZALIKA"

51. Aduh sayang !

Kalau mengharap bantuan penuh

Dari seorang berjiwa angkuh

Pohon mustahillah yang akan tumbuh

"BAYANG-BAYANG SEPANJANG TUBUH"

52. Aduh sayang !

Banyaklah orang mendidik anak

Karena mengharap kadernya banyak

Tapi terkadang sianak memberak

"MINYAK HABIS SAMBAL TAK ENAK"

53. Aduh sayang !

Lisan politik dan tukang dongeng

Pandai memikat jutaan kepeng

Menawan menteri berumah genteng

"SEMET BULU MAU' BANTENG"

54. Aduh sayang !

Orang yang thama' ataupun manja

Tak akan puas hawa nafsunya

Diberi satu minta minta semua

"DIBERI BAHU MINTA KEPALA"

55. Aduh sayang !

Jiwa kesusu membawa sesat

Tidak memikir pada akibat

Akhirnya menyesal jalan terhambat

"TERLALU CEPAT JADI TERLAMBAT"

56. Aduh sayang !

Banyaklah orang angkuh Rinjani

Tidak menoleh kanan dan kiri

Setelah sadar menyesal sendiri

"BERANI MALU TAKUT MATI"

57. Aduh sayang !

Banyaklah orang anti nasehat

Membuat tuli menendang wasiat

Akhirnya dia dalang ma'siat

"ANAK BADK DIHAMBAT-HAMBAT"

58. Aduh sayang !

Banyaklah orang mendewakan nafsu

Melontar kesana, melontar kesitu

Akhirnya memohon ampun seribu

IYAKAN WAMA YU'TADZARU MIHU"

59. Aduh sayang !

Kalau selalu mengikut iblis

Nanti menyesal yang takkan habis

Akhirnya lari sembunyi menangis

"MARA' MANUK BAYAH AWIS"

60. Aduh sayang !

Banyaklah orang idenya bertikai

Berebut kursi intai mengintai

Amal ibadat terbengkalai

"SEPERTI ANJING BEREBUT BANGKAI"

61. Aduh sayang !

Banyaklah orang mengejar pangkat

Lupa daratan lupa amanat

Hantam geromo patpat gulipat

"SEHABIS KELAHI TERINGAT SILAT"

62. Aduh sayang !

Banyaklah orang mengepal awan

Mengaku membela Nahdlatul wathan

Menoleh kekiri dipinggir jalan

"MENJUAL BEDIL KEPADA LAWAN"

63. Aduh sayang !

Terkadang orang ilmunya seember

Mena'jiskan lautan yang penuh semper

Itulah lo' Sekek Tamber

"SEPERTI KERBAU TERJEPIT LEHER"

64. Aduh sayang !

Zaman sekarang zaman penyakit

Penyakit fitnah penyakit menggigit

Sekalipun berjasa setinggi langit

"SEPERTI MELEPAS ANJING TERJEPIT"

65. Aduh sayang !

Semua penghasad organisasi

Menggunakan lidahsyaiton iblisi

Menuduh NW diluar imani

"BANTEL TOLANG NDE'NA ARA' ISI"

66. Aduh sayang !

Banyaklah orang baru diangkat

Menjadi guru menjadi pejabat

Berlagak alim yang paling keramat

"SEPERTI SIBUTA BARU MELIHAT"

67. Aduh sayang !

Banyaklah orang kehilangan kompas

Siang dan malam bersesak napas

Ibu bapaknya gurunya dilepas

"AKHIRNYA DIA JATUH TERHEMPAS"

68. Aduh sayang !

Banyaklah orang membuang waktu

Setiap saat bermain kartu

Sehingga melelang sembahyang fardhu

"LUPA MERTUA LUPA MENANTU"

69. Aduh sayang !

Kami asyik menanam dana

Karena mengharap dapat sarjana

Tapi akhirnyaSyarrun jaana

"PERES BATU NDE' ARA' AI'NA"

70. Aduh sayang !

Nahdlatul Wathan selalu diintai

Selalu difitnah berantai-rantai

Laut dan darat dan tepi pantai

"BAU BUSUK TIDAK BERBANGKAI"

71. Aduh sayang !

Didetik kami nyatakan karya

Sepenuh dunia mulut menghina

Tapi akhirnya lidah berkata

"SUNGGUH NW KERAMATNYA NYATA"

72. Aduh sayang !

Aduhai kami bukan keramat

Dan bukan yang banyak tho'at

Hanya kami mengharap rahmat

"KARENA BERHADAM SETIAP SAAT"

73. Aduh sayang !

Nahdlatul Wathan ciptaan Sasak

Teguhkan barisan selalu kompak

Jangan anakku dituduh Gerasak

"AIR BESAR BATU BERSIBAK"

74. Aduh sayang !

Siang dan malam ayahanda menyeru

Dan mendo'akan untuk bersatu

Tapi anakanda selalu membantu

"MENANAM BIJI DIATAS BATU"

75. Aduh sayang !

NW tetap menanam bakti

Menghidangkan makanan setiap hari

Karena itu ingatlah diri

"TEMPAT MAKAN JANGAN DIBERAKI"

76. Aduh sayang !

NW banyak mengirim orang

Keluar daerah seperti Malang

Maksud menambah tenaga pejuang

"TAPI BERTAMBAH SEMAKIN BERKURANG"

77. Aduh sayang !

Kasihan NW menanam jasa

Bersusah payah mengumpulkan dana

Akhirnya Malang malang nasibnya

"UMPAN HABIS IKAN TAK KENA"

78. Aduh Sayang !

Tidak sedikit, siang dan malam

Memberi harapan mengirim salam

Tapi buktinya pahit dan asam

"MASAK DI DALAM MENTAH DI LUAR"

79. Aduh sayang !

Anakku semua hargailah diri

Tetap berbakti pada Ilahi

Janganlah lupa rumah sendiri

"SESAT SURUT TERLANGKAH KEMBALI"

80. Aduh sayang !

Ayahanda tetap berpanjang nafas

Memberi nasehat sepuas-puas

Agar anakanda jangan membuas

"BIBIR SAYA BUKAN DIRETAK PANAS"

81. Aduh sayang !

Jangan sekali anakku berkata

Kami mendengan, tapi durhaka

Meski berkata selama-lama

"KAMI MENDENGAR KAMI SETIA"

82. Aduh sayang !

Kalau anakanda ke Gubuk Bermi

Bolehlah nakanda menumpang mandi

Kalau anakanda berjiwa murni

"AKAN MELIHAT SERIBU BUKTI"

83. Aduh sayang !

Malahan melihat lebih jutaan

Kurnia Tuhan di Nahdlatul Wathan

Asalkan nakanda tidak tertawan

Dalam perangkat hawa dan syaithon

84. Aduh sayang !

Bila anakanda mengingat diri

Mengingat NW mengingat Ilahi

Pasti menangis sepanjang harI

"Pasti mengaku salah sendiri'

85. Aduh sayang !

Alhamdulillah Robbul Izzati

Banyaklah ikhwan yang nyata murni

Tulus ikhlas sehidup semati

"Bagai Onta menyerah diri"

86. Aduh sayang !

Ilahi Robbi rabbal baroya

Kami hambamu yang hina dina

Tetap memohon limpah kurnia

"Mudahan selamat Abadan Abada"

87. Aduh sayang !

Allohu Akbar Ilahi Robbi

Limpahkan RahmatMu kepada kami

Turun temurun laki dan bini

"KAMI SEMUA BERSERAH DIRI"



PANCOR BERMI,

BIMUSHALLA AL-ABRAAR

Pancor, 27 Rajab 1390 H / 28 Semptember 1970 M

Penghimpun

Ttd

(T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Majid)



INTISARI WASIAT (PENGALAMAN BARU I)

Dasar ikhlas karena cinta

Ayahda berwasiat dengan seksama

Kepada Anak cucu ku semua

Dan warga NW serta pecinta



Wahai anaku janganlah lilus

Cahaya imanmu nyalakan terus

Jangan padamkan lantaran fulus

Berkat hilang hubungan putus

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Coba ingatlah riwayat a'immah

Diberi fulus dijanji wazhifah

Mereka menolak demi aqidah

Seujung rambut tidak menyerah

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Qur'an hadits landasan kita

Bukan petunjuk bake' belata !!!

Atau ceceta ramalan belaka !!!

I'tiqad suci harus dijaga !!!



Dasar ikhlas karena cinta

Ayahda berwasiat dengan seksama

Kepada Anak cucu ku semua

Dan warga NW serta pecinta



Orang sekarang gila menyebut

Rijalulghaib harus diturut

Walau penyebar Harud wa Marud ?!?

Wahai inilah I'tiqad bangkrut !!!

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Rijalulghaib utusan Quddus

Hanya menyuruh berbuat bagus

Atau membisik secara halus

Agar insani selalu tulus

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Rijalul Ghaib tidak mengajar

Supaya orang berkurang-ajar

Yang suka menyuruh berbuat mungkar

Rijalul 'aib Dajjalul-mungkar



Dasar ikhlas karena cinta

Ayahda berwasiat dengan seksama

Kepada Anak cucu ku semua

Dan warga NW serta pecinta



Janganlah nanda sampai keliru

Antara bumi dan langit biru

Kalau seorang gila terlalu

Harud wa Marud imamya sealalu

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Sangat durhaka seorang hamba

Menjual iman melelang taqwa

Membuang diri dan ibu bapak

Mengejar bayangan kursi dunia

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Marilah kita syukur seribu

Setiap detik setiap waktu

Karna kita tidak begitu

Semoga Allah tetap merestu



Dasar ikhlas karena cinta

Ayahda berwasiat dengan seksama

Kepada Anak cucu ku semua

Dan warga NW serta pecinta



Banyak sekali berlidah madu

Berhati pahit bagai empedu

Berpolitik: "membelah bambu"

Tujuannya ummat jangan bersatu

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Sasak tak sadar rencana beruang

Mendekati bola untuk ditendang

Menjaga gawang sekedar lambang

"Habis manis sepah dibuang"

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Wahai anakku kompak bersatu

Jangan trpikat bujukan hantu

Bersilat lidah setiap waktu

Dibalik udang batu di situ



Dasar ikhlas karena cinta

Ayahda berwasiat dengan seksama

Kepada Anak cucu ku semua

Dan warga NW serta pecinta



Kalo nanda ditimpa batu ...

Apa artinya udang beribu ? !

Kalo akherat tertutup pintu ...

Apa artinya senang duniamu? !

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Wahai ananda hidupkan taqwa

Matikan syaitan matikan hawa

Karna taqwa pembuka syurga

Syaitan dan hawa pintu neraka

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Agama bukan sekedar ibadah

Puasa sembahyang di atas sejadah

Tapi agama mencakup akidah

Mencakup syari'ah mencakup hukumah

Aduh sayang seribu sayang

Aduh sayang seribu sayang



Junjungan alam telah bersabda:

"Sungguh celaka si budak harta"

Umat islam di mana berada

Asalnya satu dan bersaudara



Dasar ikhlas karena cinta

Ayahda berwasiat dengan seksama

Kepada Anak cucu ku semua

Dan warga NW serta pecinta



INTISARI WASIAT (PENGALAMAN BARU II)

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Sebelum NW di Lombok ini

Paham animis anutan asli

Sewaktu-waktu didatangi da'I

Akhirnya lahir Sultan Renjani



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Maulana Al-Hasan banyak bersurat

Disamping tersurat banyak tersiarat

Mutiara Hikmah penuh isyarat

Lahir batinya membawa rahmat



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Sungguh keramat Mulana Al-Hasan

Pembimbing utama Nahdlatul Wathan

Sepanjang masa Maulana do'akan

Agar selamat sepanjang zaman



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Ternyata makbul do'a Maulana

Setiap saat dapat dirasa

Sehingga kita merasa lega

Meskipun masih belum sempurna



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Marilah kika bersama do'akan

Pembimbing kita Maulana Al-Hasan

Semoga hidup jiwa kalian

Mendayung bahtera Nahdlatul Wathan



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Pulau Meringki mencatat sejarah

Mencakupi himpitan Hajarul Ka'bah

Digersik hanya di beri setengah

Memang Tuhanlah mengatur hikmah



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Rasyid berkata di satu malam

Lombok serambi Masjidil-Haram

Sejak dibangun bernapas Islam

Oleh putra Sultanul Iman



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Ummat muhtadin selalu ziarah

Di NWDI induk madrasah

Secara zahiriah dan ruhaniyah

Membawa berkat dan sinar Ka'bah



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Berbondong-bondong berfirqah-firqah

Setiap waktu setiap saat

Banjiri Pancor menuju madrasah

Seakan menuju ke Kota Ka'bah



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Pembela akhirnya tampil kedepan

Membuka jalan Nahdlatul Wathan

Ikut berjuang dalam barisan

Keredaan Tuhan pokok tujuan



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Pembela dunia serempak mengepung

Terus menerus tidak terhitung

Segala cara bergunung-gunung

Akhir mereka termenung bingung



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Banyaklah orang tersesat jalan

Mengaku diri Nahdlatul Wathan

Padahal dia diluar barisan

Tidak menurut garis pimpinan



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Sungguh ajaib bukan kepalang

Berabat-abat tak hancur hilang

Dibawah hikmah yang gilang gemilang

Pilihan Allah di Selaparang



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Kabir Akbar Arabi Mina

Khadami Rasyid nyebarkan agama

Mamiq Milasih nama samaranya

Supaya Sasak cepat nerima



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Memang hebatlah Mamiq Milasih

Jarak jauhpun dapat melatih

Dapat menolong dapat meraih

Asalkan niat suci dan bersih



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Sungguh besarlah bantuan Patih

Turut berjuang siap melatih

Semoga Allah Yang Maha Pengasih

Limpahkan asuh asah dan asih



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Di Liang petang di Moyohulu

Tujuh muballigh bermakam disitu

Penyebar Islam zaman dahulu

Awal terbuka daerah Dompu



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Yaitu: Ali Fatah Badawi

Dan Harun Zain Abubakar Husni

Firdaus 'Imran Aalu Syahabi

Amir Hajjaj Muhammad Ali Akbari



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Telpon sentral dialam bebas

Sambung menyambung tidak terbatas

Ke kanan kiri bawah dan atas

Sampaikan berita kontan dan puas



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Telpon hikmah dan berguna

Untuk mendapat kabar berita

Tidak perlu ada kabelnya

Cukup ditempel pada temboknya



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



Subahanallah Yang Maha Agung

Pencipta alam yang todak terhitung

Ajib dan gharib sambung menyambung

Akal imani tidaklah bingung



Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..

Allahuakbar.. Allahuakbar..

Allahuakbar Walillahilham..



INTISARI WASIAT (PESAN AYAH KEPADA ANAK TERCINTA)

Pesan Wasiat dikarang jelas

Qur'an Hadist ijma' dan Qias

Pegang teguh jangan dilepas

Sampai jasad tertutup rapat



Wahai anakku mari kembali

kepada NW karya sendiri

Ta' usah lari kesana kemari

agar bersama sepanjang hari



Dulu banyak ayahda bai'at

waktu menIJAZAHkan THORIQOT

Sanggup membela selama hayat

sehidup semati sampai akhirat



Tapi sekarang jarang kulihat

menepati janji dan Bai'at

Apakah masih ada yang ingat ...!

ataukah sudah terbuang di "ERAT"



Banyak orang tidak mengerti

pada tugasnya berorganisasi

Dipermainkan Si hasad dengki

akhirnya ia menjadi AMPHIBI



Ta' berarti organisasi

kalau pimpinan ta' dito'ati

Itu namanya ber NAPSI-NAPSI

ber NAPSU-NAPSU membakar diri



Pesan Wasiat dikarang jelas

Qur'an Hadist ijma' dan Qias

Pegang teguh jangan dilepas

Sampai jasad tertutup rapat



Kalau anakku masih mengaku

Bahwa NW Organisasimu

Pastilah 'nakku Tho'at seribu

Meurut "IMAM" kompak selalu



Jangan anakku menutup mata

tidak peduli bukti yang nyata

Jangan anakku berlagak buta

Meretakkan hubungan kita



Waktu kami dikepung orang

banyak juga 'nakku menghilang

Sungguh dunia heran tercengang

melihat 'nakda menggunting benang



Sudah masanya 'nakku berbakti

membela NW sepenuh hati

Meliharanya sepenuh bukti

menanam jiwa DISIPLIN sejati



Tetapkan dirimu bersama ikhwan

Jadi pembela NAHDLATUL WATHAN

Jangan selalu mendengar ocehan

"SUARA ORANG DI PINGGIR JALAN"



Pesan Wasiat dikarang jelas

Qur'an Hadist ijma' dan Qias

Pegang teguh jangan dilepas

Sampai jasad tertutup rapat



Kalau anakda berlain tempat

pasti anakda ikut MENGUMPAT

Dan memfitnah NW nan sehat

itu bahaya Dunia-Akhirat



Kalau anakku kompak selama

di satu barisan bersama-sama

Pasti NW jayanya lama

karena Syaitan tidak NGGRAMA



Azaz NW jangan diubah

Pegang teguh jangan dibantah

SUNNAH JAMA'AH dalam 'aqidah

MAZHAB SYAFI'I dalam Syari'ah



Ide KHAWARIJ jangan dianut

karena menyimpang dari yang patut

Buat orang resah dan ribut

Disebarkan si panjang mulut



NW membuka lembaran sejarah

mengangkat derajat PUTRA DAERAH

Betapa banyak terbukti sudah

menjadi USTADZ dan GURU SEKOLAH



Pesan Wasiat dikarang jelas

Qur'an Hadist ijma' dan Qias

Pegang teguh jangan dilepas

Sampai jasad tertutup rapat



Banyak menjadi Petugas Negara

menjadi PENGHULU dan KEPALA

URUSAN AGAMA PENDIDIKANNYA

PENERANGAN dan PERADILANNYA



Nahdalatul Wathan sudah dewasa

Enam puluh Tahun umurnya

Menjalankan Tugas yang maha mulia

MEMBUKAKAN UMAT JALAN ke SURGA



Siarkan Hizib sampai merata

agar banyaklah pendo'a kita

Mendo'akan Negara dan Bangsa

Serta Islam se Nusantara



Jangan cela Hizib nan jaya

karena hizib Wirid Aulia

Takut kualat sangat bahaya

sudah banyak buktinya nyata



Ada orang selalu mencela

orang berhizib dihina dina

Akhir mati secara gila

NA'UZUBILLAHI MIN ZALIKA



Pesan Wasiat dikarang jelas

Qur'an Hadist ijma' dan Qias

Pegang teguh jangan dilepas

Sampai jasad tertutup rapat



Thoriqot Hizib terus berjalan

Dengan thoriqot yang sehaluan

Membentengi syari'at islam

Dan membasmi THORIQOT SYAITHON



THORIQOT HIZIB thoriqot terakhir

dengan bisyaroh "ALBASYIRUNNAZIR"

kepada "BERMI" alfaqirulhaqir

dan ditaukidkan oleh AL KHIDIR



Orang beriman tambah berjaya

Mendengar BIsyarah gembira

Orang yang ingkar bertambah gila

Berpanjang lidah tambah mencela



Zaman dahulu para anbiya'

Para Auliya' para Athqiya'

Selalu dihasad Supaha'

Akhirnya mereka tertimpa bala'



Ada bisyarah berkata begini

Biarkan mereka mencaci maki

Berarti dia memuji

Dan mendo'akan NW mu ini



Pesan Wasiat dikarang jelas

Qur'an Hadist ijma' dan Qias

Pegang teguh jangan dilepas

Sampai jasad tertutup rapat



Justeru itu kami berkata

Terimakasih berlipat ganda

Kepada pengHASAD setia

Menyiarkan NW sampai merata



Sekali lagi Alhamdulillah

Atas bantuan dan jerih payah,

Para HASIDIN si juru da'wah

'nyiarkan NW sonder diupah



Wahai anakku jama'ah Thariqot

Janganlah lupa pada SYARI'AT

Ingatlah selalu kandungan bai'at

Agar selamat dunia Akhirat



Banyak orang membisikkan HAQIQAT

Padahal ia buta SYARI'AT

Sehingga awam banyak terpikat

Menjadi ZINDIQ yang terSESAT



Orang bodoh menjadi korban

Dipermainkan tidak karuan

Memang benar ajaran Tuhan

Paling bahaya "ALIMULLISAN



Pesan Wasiat dikarang jelas

Qur'an Hadist ijma' dan Qias

Pegang teguh jangan dilepas

Sampai jasad tertutup rapat



Ada orang mengaku diri,

Nyontoh jejak "MUSA SAMIRI"

Waktu zikir menari-nari,

Bersorak-sorak bagai himari



Ada pula berkata begini

Thoriqot kami ini adalah ISI

Syari'at itu todak perlu lagi

Karena isi memang dicari



Banyak orang berlagak pengajar

Mendidik ummat berkurang ajar,

Obrol cabul ketawa kelakar

itu dia susut terbesar



Na'udzubillah dari segala

Ocehan iblis dan antek-anteknya

Membuka luas pintu neraka

Menutup rapat jelan ke surga



Sungguh sukar mencari guru

Pengajar Thoriqot yang jitu

Banyak orang tak punya malu

Ingin disdebut "WALI " dan "RATU"



Pesan Wasiat dikarang jelas

Qur'an Hadist ijma' dan Qias

Pegang teguh jangan dilepas

Sampai jasad tertutup rapat



Zaman sekarang zaman MUNKAROT

Harus banyak baca Sholawaat,

BACA QUR'AN, ZIKIR dan TAUBAT

Mengingat tuhan setiap saat



Pintu NW terbuka lama

bagi anakku yang ingin bersama

Mari bersama selama-lama

jangan kembali ke ORDE LAMA



NW trus berKARYA nyata

cita-cita setinggi MUSTAWA

Semoga tercapai JANNATUL MA'WA

Bi'aunillahi Robbil Baroya



Pesan Wasiat dikarang jelas

Qur'an Hadist ijma' dan Qias

Pegang teguh jangan dilepas

Sampai jasad tertutup rapat



INTISARI WASIAT

Kalau nakda pejuang NW yang sejati

Dan penegak iman taqwa yang haqiqi

Pasti amanat ayahda kau junjung tinggi

Serta taat pada pimpinan organisasi

Terhadap fungsi serta tugas yang di beri

Di jalankan dengan ikhlas dan senang hati



Jangan Nakda berjuang Karna...

Mencari nama mengambil muka...

Jangan Nakda berjuang Karna...

Mencari nama mengambil muka...

Berjuang ikhlas demi Agama

Demi NW dan Iman Taqwa



Jangan nakda suka berkata

Kalau bukan karena saya

Sebab sifat aku dan ana

Milik Setan iblis tercela

Sebab sifat aku dan ana

Milik Setan fir'aun juga



Kalau nakda masih ingat dan setia

Pada janji bai'at yang sudah di baca

Dan sampai menghayati didikan ayahda

Pejuang NW merupakan jasa - jasanya



Kalau nakda pejuang NW yang sejati

Dan penegak iman taqwa yang haqiqi

Pasti amanat ayahda kau junjung tinggi

Serta taat pada pimpinan organisasi

Terhadap fungsi serta tugas yang di beri

Di jalankan dengan ikhlas dan senang hati



Jangan Nakda berjuang Karna...

Mencari nama mengambil muka...

Jangan Nakda berjuang Karna...

Mencari nama mengambil muka...

Berjuang ikhlas demi Agama

Demi NW dan Iman Taqwa



Jangan nakda suka berkata

Kalau bukan karena saya

Sebab sifat aku dan ana

Milik Setan iblis tercela

Sebab sifat aku dan ana

Milik Setan fir'aun juga



Kalau nakda masih ingat dan setia

Pada janji bai'at yang sudah di baca

Dan sampai menghayati didikan ayahda

Pejuang NW merupakan jasa - jasanya



Kalau nakda pejuang NW yang sejati

Dan penegak iman taqwa yang haqiqi

Pasti amanat ayahda kau junjung tinggi

Serta taat pada pimpinan organisasi

Terhadap fungsi serta tugas yang di beri

Di jalankan dengan ikhlas dan senang hati

0 komentar:

Posting Komentar